Menanam Harapan di Lereng Gunung Penanggungan
Catatan Kecil dari Aksi “Our Action for Nature” Bersama SRK: Hai, teman-teman!
Aku Reva, salah satu peserta dalam kegiatan “Our Action for Nature: Tanam Pohon” yang diselenggarakan oleh Solidaritas Relawan Kemanusiaan (SRK). Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 27 April 2025, di Gunung Penanggungan, lewat jalur Genting Eyang Sentono. Apa yang kami lakukan? Menanam bambu ya, pohon yang sering disepelekan, tapi punya peran besar dalam menyelamatkan lingkungan.

Sejak awal, aku tertarik ikut karena panitia membagikan motivasi yang sangat menyentuh soal krisis iklim dan pentingnya aksi nyata. Dan ternyata, benar saja hari itu jadi salah satu pengalaman paling berkesan yang pernah aku alami.
Sekitar 1.000 bibit bambu kami bawa naik gunung. Aku tergabung di Kelompok 4 bersama tiga perempuan (termasuk aku), satu peserta laki-laki, dan dua pendamping dari SRK. Serunya, beberapa teman sekelompokku baru pertama kali naik gunung! Kami sempat berpapasan dengan warga lokal yang sedang menggiring kambing, dan ada satu anak kambing yang super menggemaskan. Jangan bilang siapa-siapa, tapi aku sempat jatuh hati saking lucunya!, Saat tiba di area tanam, kami langsung kerja sama: peserta laki-laki menggali lubang, kami para perempuan mengukur dan menanam bibit. Semua berlangsung lancar… sampai tiba-tiba seekor ular piton muncul dari semak-semak! Semua panik dan berteriak, kecuali aku, yang justru antusias karena, well… aku memang suka ular! (Iya, aneh, aku tahu.)

Setelah semua bibit tertanam rapi, kami turun gunung untuk makan siang bareng. Jalur turun justru dipandu oleh seorang anak kecil, putra panitia yang ternyata sudah lihai memimpin rombongan dewasa. Salut! Usai makan, kami ikutan sesi sharing. Beberapa peserta membagikan pengalaman mereka, menyentuh, lucu, dan penuh makna. Bagiku pribadi, ini momen reflektif yang membuka mata: bahwa cinta alam bisa tumbuh dari aksi sekecil menanam satu batang bambu, Perjalanan belum selesai. Sebelum kembali ke Surabaya, kami mampir ke markas relawan Jaga Semesta untuk berdiskusi bareng warga lokal dan tim SRK. Suasana hangat, penuh ide, dan diskusi panjang tentang langkah lanjutan pelestarian lingkungan. Ada wacana kolaborasi jangka panjang, dan meski belum pasti, aku belajar satu hal penting: menjaga alam tak bisa dilakukan sendirian. Butuh kesadaran kolektif dan kerja sama banyak pihak.

Hari itu, aku tidak hanya menanam bambu. Aku juga menanam harapan. Harapan bahwa generasi kita masih bisa membuat perbedaan, sekecil apa pun, selama dilakukan bersama dan dengan niat baik. Terima kasih SRK, teman-teman relawan, dan semua yang terlibat. Aku pulang membawa lebih dari sekadar kenangan, aku pulang membawa semangat.
Sampai jumpa di aksi berikutnya! Salam solidaritas,
By : Rivallina Surya Imanuel (Peserta OAFN “Tanam Pohon”)

