“Memahami Derita, Menjadi Harapan: Catatan Perjalanan Pasca-Erupsi Semeru”
Gumpalan awan gelap masih bergelayut di ufuk Timur Jawa, menjadi saksi bisu amukan Gunung Semeru yang terjadi pada 19 November
Baca SelengkapnyaGumpalan awan gelap masih bergelayut di ufuk Timur Jawa, menjadi saksi bisu amukan Gunung Semeru yang terjadi pada 19 November
Baca SelengkapnyaBencana tidak pernah benar-benar selesai ketika hujan berhenti dan lumpur mengering. Ia tinggal dalam ingatan, pada rumah yang runtuh, dan
Baca SelengkapnyaSenyum Pak Supriono Pada hari Senin 1/12/2025, untuk pertama kalinya Solidaritas Relawan Kemanusiaan (SRK) hadir di persidangan Edo dan Sandro.
Baca SelengkapnyaPerjalanan kami dimulai di pagi yang cerah di Surabaya, sebuah kota yang sibuk dengan aktivitas. Mas Heru, Pak Eko, Eva,
Baca SelengkapnyaPerkenalkan, saya Ninda. Kali ini, saya berkesempatan mengikuti kegiatan Pra-Raker Yayasan Kasih Bangsa Surabaya 2025, yang merupakan pengalaman pertama saya
Baca SelengkapnyaApi solidaritas selalu menyala paling terang di saat gelap. Namun, api yang hebat sekalipun membutuhkan perawatan. Ia perlu tungku yang
Baca SelengkapnyaDi tengah hiruk-pikuk kehidupan kota yang tak pernah tidur, umat Katolik, Mahasiswa UINSA dan relawan dari Solidaritas Relawan Kemanusiaan berkumpul
Baca SelengkapnyaAku nggak terlalu suka dipotret. Demikian pula, aku nggak terlalu suka memotret. Tapi kadang aku harus melakukan keduanya. Itu konsekuensi
Baca SelengkapnyaMenjadi bagian dari proses pelatihan Skills for Psychological Recovery (SPR) bagi relawan kebencanaan adalah pengalaman yang menguatkan sekaligus mengharukan bagi saya. Kegiatan
Baca SelengkapnyaSiang itu, udara di Pacet terasa lebih segar dari biasanya seolah-olah alam pun ikut menyambut kedatangan kami. Tiga puluh lima
Baca Selengkapnya